BP2M - Universitas Adhyaksa

Student Exchange Universitas Adhyaksa di Central China Normal University Menjadi Ruang Tumbuh Kolaborasi Riset dan Inovasi Global

“Setiap pengetahuan yang dibawa pulang dari belahan dunia lain adalah benih bagi lahirnya gagasan baru.” Di era ketika tantangan hukum, teknologi, dan kehidupan masyarakat semakin melintasi batas negara, sebuah perjalanan akademik tidak lagi sekadar menjadi pengalaman belajar. Ia menjadi titik awal lahirnya kolaborasi, riset, inovasi, hingga solusi yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

Semangat tersebut tercermin dalam keikutsertaan lima mahasiswa Universitas Adhyaksa pada China Governance and Culture Summer Camp for International Students yang diselenggarakan oleh Central China Normal University (CCNU), Wuhan, China, pada 6–19 Juli 2026. Program ini menjadi implementasi kerja sama internasional yang menghadirkan ruang perjumpaan berbagai perspektif keilmuan sekaligus memperkuat ekosistem akademik yang mendukung pengembangan penelitian, publikasi ilmiah, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selama dua pekan, Ruhama Nur Azizah, Muhammad Farhan Radhitya, Rafa Ibrahim Siregar, Shania Rivane Ramadhani, dan Revalina Zhalika Marsya mengikuti rangkaian perkuliahan, diskusi akademik, kunjungan industri, serta eksplorasi budaya yang dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai sistem hukum, tata kelola pemerintahan, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial di Tiongkok.

Lebih dari sekadar memahami materi yang disampaikan di ruang kelas, mahasiswa memperoleh kesempatan berdialog dengan akademisi dan peserta dari berbagai negara. Pertukaran gagasan tersebut membuka cara pandang baru terhadap berbagai persoalan hukum dan pembangunan, sekaligus memperlihatkan bahwa penyelesaian suatu persoalan sering kali membutuhkan pendekatan multidisiplin dan kolaborasi lintas negara.

Kunjungan ke HGLASER Company, Hubei Provincial Museum, Yellow Crane Tower, East Lake, dan Mulan Mountain melengkapi pengalaman akademik peserta. Dari ruang industri hingga situs sejarah, mahasiswa melihat bagaimana penelitian, inovasi teknologi, pelestarian budaya, dan kebijakan publik saling terhubung dalam mendorong kemajuan suatu bangsa. Pengalaman inilah yang menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya gagasan penelitian yang lebih kontekstual dan memiliki relevansi terhadap kebutuhan masyarakat.

Program ini juga memperluas jejaring akademik yang berpotensi berkembang menjadi berbagai bentuk kolaborasi, mulai dari penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, seminar akademik, pertukaran peneliti, hingga pengembangan program pengabdian kepada masyarakat yang memanfaatkan hasil riset sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial.

Melalui kolaborasi internasional yang terus berkembang, Universitas Adhyaksa tidak hanya membuka kesempatan belajar bagi mahasiswa, tetapi juga membangun ekosistem akademik yang mendorong tumbuhnya budaya riset dan inovasi. Setiap pengalaman yang diperoleh di forum internasional diharapkan menjadi pemantik lahirnya karya ilmiah yang berkualitas, inovasi yang aplikatif, serta pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata.

Karena pada akhirnya, nilai sebuah kerja sama internasional bukan hanya diukur dari jumlah peserta yang berangkat ke luar negeri, melainkan dari seberapa banyak pengetahuan yang kembali, berkembang menjadi penelitian, dipublikasikan sebagai karya ilmiah, diwujudkan menjadi inovasi, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.