Jakarta, 7 Oktober 2026 — Penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat membutuhkan sinergi antara pengembangan akademik, kajian keilmuan, serta dukungan tata kelola dan sumber daya institusi. Seiring dengan pengembangan Universitas Adhyaksa yang menaungi lima program studi, kolaborasi lintas unit menjadi penting untuk mendorong kegiatan tridarma perguruan tinggi yang relevan, berkualitas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Momentum tersebut sejalan dengan pelantikan pimpinan baru Universitas Adhyaksa yang berlangsung di Auditorium Zamrud Khatulistiwa, Rabu (7/10/2026). Prof. Dr. Pujiyono Suwadi, S.H., M.H. resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Adhyaksa. Pada kesempatan yang sama, Suci Wijayanti, S.H., M.Kn. dilantik sebagai Kepala Pusat Kajian Kejaksaan Universitas Adhyaksa, Assoc. Prof. Dr. Hasbullah, S.H., M.H., CIIQA sebagai Wakil Rektor I, serta Zul Karnen, S.S., M.Si. sebagai Wakil Rektor II.
Susunan kepemimpinan tersebut menjadi konteks penting bagi penguatan koordinasi antarfungsi di lingkungan universitas. Wakil Rektor I berkaitan dengan pengembangan bidang akademik, termasuk upaya mendorong kualitas pendidikan dan keterhubungannya dengan penelitian. Sementara itu, Wakil Rektor II memiliki keterkaitan dengan dukungan sumber daya dan pengelolaan institusi yang menunjang pelaksanaan program secara efektif dan berkelanjutan. Kedua fungsi tersebut saling melengkapi agar kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian dapat dikembangkan dengan perencanaan yang selaras dengan kapasitas institusi.
Di sisi lain, Kepala Pusat Kajian Kejaksaan memiliki ruang strategis dalam mendorong pengembangan kajian, penelitian, dan diskusi ilmiah mengenai kelembagaan kejaksaan serta berbagai isu penegakan hukum. Pengembangan pusat kajian ini juga dapat membuka peluang kolaborasi akademik dan menghasilkan pemikiran yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun kebutuhan para pemangku kepentingan.
Pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya bertumpu pada satu bidang keilmuan. Dengan keberadaan lima program studi, Universitas Adhyaksa memiliki peluang untuk mengembangkan tema penelitian dan kegiatan pengabdian yang beragam sesuai dengan kompetensi masing-masing program studi. Kolaborasi lintas disiplin dapat mendorong lahirnya kajian yang lebih komprehensif dalam merespons persoalan masyarakat, perkembangan dunia kerja, serta tantangan pembangunan.
Dalam konteks tersebut, Badan Pembinaan dan Pengembangan Universitas Adhyaksa (BPPM) memiliki keterkaitan dengan upaya mendorong pengembangan penelitian dan pengabdian melalui perencanaan kegiatan, penguatan kolaborasi, serta peningkatan kualitas luaran. Sinergi dengan pimpinan universitas, bidang akademik, pusat kajian, dan program studi diperlukan agar potensi keilmuan yang dimiliki setiap program studi dapat dikembangkan menjadi kegiatan penelitian dan pengabdian yang terarah.
Dukungan pengelolaan dan sumber daya juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Perencanaan yang realistis, pemanfaatan sumber daya secara tepat, serta evaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil kegiatan dapat membantu menjaga keberlanjutan program. Dengan koordinasi yang baik, penelitian dan pengabdian diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Melalui momentum pelantikan pimpinan baru ini, Universitas Adhyaksa diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pengembangan akademik, tata kelola institusi, pusat kajian, dan seluruh program studi. Kolaborasi tersebut menjadi landasan untuk mendorong penelitian yang berkualitas, pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta kontribusi keilmuan yang semakin luas dan berkelanjutan.


