Jakarta, 29 Agustus 2026 — Pengetahuan akan lebih bermakna ketika dapat diakses dan dipahami oleh masyarakat yang membutuhkannya. Prinsip tersebut menjadi bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Adhyaksa di RT.03/RW.04, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam rangkaian puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut menjadi ruang bagi Universitas Adhyaksa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui edukasi mengenai pendidikan tinggi.
Tim Universitas Adhyaksa memperkenalkan berbagai informasi terkait pilihan program studi, kesempatan melanjutkan pendidikan, proses penerimaan mahasiswa baru, serta layanan akademik yang tersedia. Penyampaian dilakukan secara langsung dan komunikatif sehingga warga dapat memperoleh penjelasan sekaligus menyampaikan pertanyaan berdasarkan kebutuhan mereka.
Membawa Pengetahuan Lebih Dekat
Bagi sebagian masyarakat, keputusan untuk melanjutkan pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan memilih program studi. Informasi mengenai proses pendaftaran, pilihan pendidikan, serta peluang pengembangan kompetensi juga menjadi bagian dari pertimbangan.
Karena itu, dialog langsung menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Warga dapat menyampaikan hal-hal yang ingin diketahui, sementara tim Universitas Adhyaksa dapat menyesuaikan penjelasan dengan pertanyaan dan kebutuhan yang muncul selama kegiatan.
Interaksi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian tidak hanya berlangsung dalam satu arah. Perguruan tinggi menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat, tetapi pada saat yang sama memperoleh gambaran mengenai kebutuhan informasi yang berkembang di lingkungan masyarakat.
Dari Lapangan, Muncul Ruang Pengembangan
Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bahan untuk mengembangkan kegiatan edukasi masyarakat pada tahap berikutnya. Pertanyaan dan kebutuhan warga memberikan gambaran mengenai jenis informasi yang perlu disampaikan secara lebih sederhana, kontekstual, dan mudah diakses.
Pengalaman lapangan tersebut juga dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan kajian yang berkaitan dengan akses informasi pendidikan tinggi dan kebutuhan edukasi masyarakat. Dengan demikian, kegiatan PkM tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi dapat menjadi bagian dari proses akademik untuk memahami persoalan yang ditemukan secara langsung di masyarakat.
Hubungan antara kegiatan pengabdian dan pengembangan keilmuan menjadi penting agar pengetahuan yang dimiliki perguruan tinggi terus bersentuhan dengan persoalan nyata. Apa yang ditemukan di lapangan dapat menjadi bahan refleksi, pengembangan program, maupun gagasan untuk kegiatan selanjutnya.
Edukasi sebagai Bentuk Kontribusi
Kehadiran Universitas Adhyaksa di tengah masyarakat Klender memperlihatkan bahwa kontribusi perguruan tinggi dapat dimulai dari kebutuhan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Informasi pendidikan yang disampaikan secara langsung dapat membantu masyarakat mengenali pilihan pendidikan tinggi dan memahami proses yang perlu dipersiapkan. Lebih jauh, komunikasi yang terbangun membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk memahami masyarakat sebagai bagian dari lingkungan akademik yang perlu terus didengar dan dipahami.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pelaksanaan PkM sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu menghadirkan pengetahuan dan pengalaman akademik agar dapat memberikan manfaat di luar lingkungan kampus.
Dari kampus ke masyarakat, perjalanan pengetahuan tidak berhenti pada saat informasi disampaikan. Ia berlanjut melalui pertanyaan, pengalaman, dan kebutuhan yang ditemukan di lapangan—menjadi bahan untuk menghadirkan kegiatan pengabdian yang semakin relevan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.


